Pecaturjogja’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Pembukaan SCUA Jogja & Hafidh Asrom Cup

Posted by pecaturjogja pada Maret 18, 2009

Launching” Sekolah Catur Utut Adianto
Lima Pecatur Kalahkan Farid Firmansyah

Selasa, 10 Mar 2009

JOGJA– Lima dari 50 pecatur berhasil mengalahkan juara dunia KU-15, Farid Firmansyah, dalam pertandingan “Catur Simultan” dalam rangka me-launching Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) di Area Food Court Selera Jogja Gedung Saphir Square Lantai 2 Jalan Laksda Adisutjipto Jogja, Minggu (8/3) kemarin. Sementara 5 pecatur lagi berhasil menahan remis pecatur juara dunia yang berusia 15 tahun itu.
Kelima pecatur yang berhasil mengalahkan Farid Firmansyah itu adalah Roid Attakatsur dari Bantul, Hotman Christinus dari SMA De Brito, Rusdiansyah dari Solo, Bintang Lazuardi dari SMP 7 Jogja dan Felix Sugianto dari Solo. Secara keseluruhan pertandingan catur simultan yang dibuka GM Utut Adianto itu dimenangkan Farid Firmansyah dengan skor 37,5-7,5.
Pertandingan catur simultan ini cukup menarik perhatian pengunjung karena seorangf pecatur juara dunia KU-15 harus melawan 50 pecatur sekaligus dalam waktu bersamaan. Awalnya, farid yang tampak tenang dan sedikit malu-malu itu dengan cepat memindahkan buah catur dari meja ke meja peserta. Namun, pada langkah-langkah berikutnya, Farid harus membutuhkan waktu cukup lama untuk memindahkan buah catur peserta karena ia harus memikirkan langkah yang ambil.
“Hampir semua peserta berpotensi menjadi pecatur dunia, minimal juara nasional. Mereka hebat-hebat,” puji Farid singkat mengomentari permainan beberapa peserta.
Peserta pertandingan catur simultan itu berasal dari SD hingga tingkat SMA. Mereka rata-rata menyukai olahraga catur untuk melatih kesabaran, mengasah kemampuan analisis dan daya kritis dan melatih memecahkan masalah.
GM Utut Adianto yang didampingi Pimpinan Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) DIY Fidelis Indriarto mengatakan, olahraga catur jangan dinggap remeh karena olahraga ini menuntut kecerdasan berpikir dan mengandalkan kemampuan otak. “Rata-rata mereka yang bisa bermain catur adalah orang-orang cerdas dan pintar,” kata Utut Adianto. Dikatakan, potensi atlet catur di Indonesia sangat bagus namun perlu didukung dengan pembinaan yang baik, fasilitas yang memadai dan dukungan dari para orangtua maupun pemerintah.
Hafidh Asrom Cup
Sementara dalam pertandingan catur Hafidh Asrom Cup di tempat yang sama, Sabtu-Minggu (7-8/3), Achmad Basyar MN dari Purworejo berhasil meraih nilai delapan atau tertinggi dibanding para pesaingnya dan tampil sebagai juara. Peringkat II direbut Mukhlis Hamidi MN asal Jambi dengan nilai 7,5 disusul III Marwanto MN dari Jateng, nilai 7. Sedangkan pecatur lainnya yang berhasil masuk peringkat 10 besar, Rudi MN, Hudallah MN, Ngadino MN, Sofyan Soamole MN, Iswar Ade MN, Joko Santosa MN dan RH Harto MN.
Mereka memperoleh penghargaan dan uang pembinaan senilai total Rp 3,5 juta. Even tersebut melibatkan sekitar 70 pecatur dari berbagai daerah. Hafidh Asrom merupakan Ketua Pengprov Percasi DIY yang kini kembali mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari DIY. (rob/phj)

2 Tanggapan to “Pembukaan SCUA Jogja & Hafidh Asrom Cup”

  1. ascom said

    Roid kapan jadi master..cepetan ya

  2. jeane said

    Umur berapa untuk mulai les di scua?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: