Pecaturjogja’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Utut Adianto Wahyuwidayat

Posted by pecaturjogja pada April 12, 2009

utut_adianto“CATUR sama sekali tidak perlu keterampilan khusus. Yang penting orangnya rajin berpikir, dan dalam berpikir punya sifat pantang menyerah,” saran Utut Adianto, pecatur Indonesia terkemuka dan peraih Super Grand Master. Bermain catur, menurut sang Iron Determination – “pemilik determinasi tinggi” -punya nilai tambah: mendidik orang agar tahan duduk diam dan konsentrasi selama dua jam.

“Catur bukan sekadar game. Tapi juga mengajarkan cara berpikir, memikirkan langkah terbaik seraya menghitung langkah terbaik lawan,” tambah peraih Emas Olimpiade 2000 itu.

Sebagai anak keempat dari lima bersaudara, Utut melewatkan masa kecilnya di Gang Damai, dekat Pasar Cipete, Jakarta Selatan. Ayahandanya pegawai negeri, dan ibundanya ibu rumah tangga. “Saya berasal dari rakyat jelata, yang hidupnya pas-pasan,” tutur Juara Nasional termuda, yang belum terpecahkan hingga kini.

Seperti anak-anak Indonesia lainnya, Utut kecil suka bermain bola — tapi kurang terampil dalam bermain layang-layang. Yang membedakannya dengan teman-teman sebayanya, ia sudah mahir bercatur sejak usia enam tahun. Beranjak ke usia remaja, ada perbedaan lain dirinya dengan rekan-rekannya seangkatan: Karena “gila catur”, anak keluarga sederhana itu lebih memilih dibelikan buku catur -termasuk terbitan luar negeri- ketimbang memiliki celana jins.

Saat berumur 14 tahun, Utut pergi sendiri ke Puerto Rico untuk mengikuti Kejuaraan Catur Dunia di bawah usia 16 tahun, dan meraih juara II. Selanjutnya, berbagai kejuaraan terus ia ikuti, termasuk kejuaraan di Koln Open, Jerman. Meraih rekor juara nasional termuda, pada usia 17 tahun 3 bulan, namun belum terpikirkan olehnya menjadikan catur sebagai profesi. Lulus SMA, cita-citanya menjadi diplomat. Itulah sebabnya Utut kuliah di Jurusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Bandung.

Ketika kuliah itulah ia meraih gelar Grand Master-sebutan pecatur berperingkat tertinggi-di Dubai, Uni Emirat Arab, 1986. Berbekal gelar tadi, ia lalu memberanikan diri menghadap Ketua Umum Persatuan Catur Seluruh Indonesia, yang juga menteri luar negeri dan guru besar Universitas Padjadjaran, Mochtar Kusumaatmadja. Utut mengajukan berhenti kuliah dan ingin berkonsentrasi pada catur. Ia juga berharap Mochtar menaruhnya di salah satu kedutaan Indonesia, lalu ia keliling main catur. Permintaan itu ditolak dan Utut menyelesaikan kuliah.

Selama satu tahun bekerja di perusahaan pengembang, kemudian selepas kuliah, 1989, peringkat Elo-nya -satu-satunya ukuran kemampuan obyektif pemain catur- turun dari 2.525 menjadi 2.470. Maka, pada 1991, menjelang pernikahannya, ia memutuskan terjun total sebagai pecatur profesional. “Akhirnya saya berkesimpulan, mungkin inilah dunia saya,” ujar pengagum Karpov, pecatur dari Rusia, ini. Segala sesuatu ia pertimbangkan. “Variannya dua, berhasil atau gagal. Kalau berhasil, saya membuka cakrawala baru sebagai pioneer. Kalau gagal, kembali ke pasar ayam,” ujar Utut lagi, ketawa. Pasar ayam maksudnya menjadi rakyat jelata.

Untunglah istri mendukung, dan mertuanya tidak keberatan punya menantu si tukang catur. “Bayangkan, waktu itu saya tinggal di rumah mertua. Kalau enggak kuat mental kan bisa stres. Orang lain pagi-pagi ke kantor, istri saya berangkat kerja, saya utak-atik biji catur di rumah,” kenang suami dokter Tri Hatmanti dan ayah si mata wayang Mekar Melati Mewangi ini.

Setelah kerja keras, mengikuti berbagai pertandingan catur di berbagai negara, akhirnya pada 1995 Utut mencapai puncak karir dengan mendapatkan Elo 2.615 dan ia menyandang gelar Super Grand Master. “Mulai saat itulah kehidupan saya mulai berubah. Saya bisa beli rumah sendiri,” tutur Utut, yang pernah menjadi bintang iklan obat influenza. Saat ini, peraih medali emas pada Olympiade Catur 2000 ini menempati posisi 50 besar di dunia. Obsesinya ingin menempati ranking 10 besar dunia.

Selain masih mengikuti pertandingan -awal 5 Mei 2002 ia mengikuti turnamen besar di Praha, Cekoslovakia- Utut mengajar di sekolah catur yang didirikannya. Kelak, kira-kira pada usia 40 tahun, ia berhenti dari keanggotaan tim nasional dan memberi kesempatan kepada yang muda-muda.

“Olahraga kita tidak ada prioritas,” komentar Utut tentang menurunnya prestasi olahraga di Tanah Air. “Contohnya, bola basket atau sepak bola, kita enggak mungkin seratus persen bersaing di tingkat dunia, wong kita cebol-cebol. Di RRC ada studi kelayakan, olahraga apa yang bisa dikembangkan. Kita bisa main bridge, catur, tinju kelas 50 kilogram ke bawah.”

Untuk mengatasi kegemukan, ia tenis dua kali seminggu. “Kalau gemuk, mudah mengantuk, supply oksigen ke otak lebih lambat,” kata pecatur yang punya strategi menyerang ini. Di waktu senggang, pengagum mantan presiden Soekarno ini membaca novel, buku politik, dan biografi orang-orang ternama. Ia hobi mendengarkan musik klasik, antara lain Beethoven dan Tchaikovski. Kebiasaan memulai harinya: bangun tidur ia minum air putih.

Nama :
Utut Adianto Wahyuwidayat

Lahir :
Jakarta, 16 Maret, 1965

Agama :
Islam

Pendidikan :
– SD Blok B-S, Sambas, Jakarta
– SMP 12 Wijaya, Jakarta
– SMA 6 Blok M, Jakarta
– FISIP Universitas Padjadjaran, Bandung (1989)

Karir :
– Mulai bisa main catur (1971)
– Juara junior Jakarta (1978)
– Juara Junior Nasional (1979)
– Juara Koln Open Jerman (1981)
– Juara Nasional (1982), (rekor termuda sepanjang sejarah hingga kini)
– Ranking 8 Junior Dunia (Prancis), (1983)
– Juara Blitz Thessaloniki (Yunani), (1984)
– Juara Bersama, Pan Pacific GM Tournament, AS (1987)
– Juara Bersama Rapid Chess Asia, Singapura (1988)
– Juara II Juanles Pins, Prancis (1990)
– Juara Blitz Australian Open, Adelaide, Australia (1991)
– Juara Bersama New York Open (1993)
– Juara Liechtenstein Open (1993)
– Juara Biel Open Swiss (1994)
– Juara II Luzern, Swiss (1994)
– Ikut Grand Prix PCA, London (1994)
– Juara London Blitz (1994)
– Juara Zona Asia Pasifik, Genting Highland Malaysia (1995)
– Juara III, Biel Master, Swiss (1995)
– Juara II, GM Tournament, Madras, India (1996)
– Juara Bersama GM Turnamen Bank BNI ? di Jakarta (1996)
– Juara Rapid Tournament Biel Swiss (1997)
– Juara II Biel Master di Swiss (1997)
– Juara Rapid Biel, Swiss (1998)
– Juara II Biel, Swiss (1998)
– Juara Zona 32, Myanmar (1998)
– Juara II GM Tournament, Estonia (1998)
– Juara III Rapid, Latvia (2000)
– Juara North American Open, Las Vegas (2000)

Kegiatan Lain :
– Pendiri dan Pengajar Sekolah Catur Utut Adianto
– Ketua Bidang Junior/Bakat Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia

Penghargaan :
– Gelar FIDE Master (1983) – Gelar Master Internasional (Filipina), (1985) – Gelar Grand Master (Dubai, UEA), (1986) – Medali perak Olimpiade Dubai (Papan II), (1986) – Anugerah Parama Krida Pratama dari Menpora RI (1992) – Anugerah Parama Krida Utama dari Presiden Soeharto (1995) – Olahragawan Terbaik (1995)

Keluarga :
Ayah: Ngatidjo Adiprabowo (almarhum) Ibu: Haryatin Istri: Tri Hatmanti Anak: Mekar Melati Mewangi

Alamat Rumah :
Bukit Modern, Jalan Bukit Utara I Blok AI/19, Pondok Cabe, Tangerang, Jawa Barat Telepon (021) 7414581

Alamat Kantor :
– Grha Prabha Samantha, Jalan Daan Mogot Km 12, Jakarta Barat – SC Utut Adianto, Jalan Siliwangi 15, Narogong, Bekasi Timur

Satu Tanggapan to “Utut Adianto Wahyuwidayat”

  1. japanes said

    mas utut ane punya problem catur 3 langkah mat husus buat mas utut ni posisinya putih benteng b2 benteng f2 pion f3 raja f4 pion b6 gajah a8 gajah g1 gajah h7 mentri h6 benteng 56 kuda gajah d8 kuda d7 kuda e5 kuda f8 benteg f7 hitam raja a1 gajah d3 mas silahkan susun di papan catur dan temkan jawabnnya buktikan klo mas seorang GM klo uddah dpat sms ato call di 085242027350

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: