Pecaturjogja’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Bagaimana Mengeliminir Variasi Langkah yang Tidak Perlu

Posted by pecaturjogja pada Mei 6, 2009

Dari Laboratorium Mark Dvoretsky

dvoretsky02Mark Dvoretsky memutuskan menjadi pelatih catur ketika ia menyelesaikan kuliahnya di jurusan Pendidikan dan Olahraga Universitas Moskow pada tahun 1072. Ia langsung mengajar sebagai guru catur di Fakultas Catur Institut Pendidikan Jasmani dan Kebudayaan Moskow antara tahun 1972-1975.

Murid-murid hasil didikannya rata-rata mampu menjadi juara junior Eropa bahkan juara junior dunia. Mereka yang mampu memnjadi juara junior dunia antara lain Valery Chekhov (1975), Artur Yusupov (1977), Sergey Dolmatov (1978) Alexey Dreev (1983 dan 1984, kelompok usia di bawah 16 tahun).

Sementara yang muridnya dalam usia relatif sangat muda mampu menjadi grandmaster antara lain Vadim Zvjaginsev, Peter Svidler dan Vasily Yemelin. Sementara muridnya yang memiliki rating Granmaster Super 2635 tetapi masih bergelar Master Internasional adalah Sergey Movsesian dari Armenia. Muridnya yang juga masih berstatus MI tetapi memiliki rating elo cukup tinggi adalah Alexei Alexandrov dari Belorusia, yaitu 2550.

Dvoretsky juga memiliki murid wanita yang prestasinya juga mendunia, yaitu GMW Nana Alexandria yang pada tahun 1981 muncul sebagai penantang juara dunia GM Maya Chiburdanidze dan pertarungan mereka berhasil seri 8-8 sehingga Maya tetap menyandang gelar juara dunia wanita.

Murid wanita Dvoretsky yang juga sudah menyandang gelar Grandmaster Wanita adalah Ilaha Kadyamova dari Azerbaijan dan Inna Gaponenko dari Ukraina, sementara Diana Darchia dari Georgia masih bergelar MFW.

Sedangkan grandmaster kelas dunia pernah memakai jasa Mark Dvoretsky sebagai pelatih penggal-waktu antara lain Viswanathan Anand (India),Vaselin Topalov (Bulgaria), Evgeny Bareev (Rusia), Joel Lautier (Perancis), Matthew Sadler (Inggris), Robert Hubner (Jerman), Jeroen Piket (Belanda), Patrick Wolff (Amerika Serikat), Stefan Kindermann (Jerman), Grigori Kaidanov (Amerika Serikat) dan Sofia Polgar (Hungaria), di samping tentu saja Grandmaster Utut Adianto dari Indonesia.

Mark Dvoretsky juga pernah menjadi sekondan  para muridnya yang lolos dwitarung kandidat juara dunia, seperti Artur Yusupov yang berhasil menembus semifinal tiga kali berturut-turut, Sergey Dolmatov, Alexei Dreev dan Alexander Chernin.

Latihan Metode Eliminasi

Dalam permainan catur, setiap pemain dituntut untuk terus mengevaluasi posisi atau bangunan yang terbentuk di atas papan. Lewat evaluasi itulah kemudian si pemain memutuskan untuk memilih langkah mencari menang atau cukup puas dengan hasil remis saja. Atau, ketika posisi unggul, sikap apa yang harus ditempuh? Mencari menang secara indah atau main sederhana yang pasti menang tapi kurang “bergaya grandmaster”?

Kalau hal itu ditanyakan kepada Dvoretsky, maka ia pasti akan memilih jawaban kedua. Sebab pilihan pertama mengandung risiko kalah bila ada langkah selipan yang tidak masuk perhitungan.

Sekarang mari kita mmbahas soal latihan minggu lalu yang menampilkan bangunan yang ada kaitannya dengan topik di atas, yaitu tema “eliminasi“.

Apakah anda sudah mempelajari diagram latihan yang diberikan minggu lalu tersebut?

Pinter – Gheorghiu, Budafest, 1982

pinter-gheorghju

Putih giliran melangkah

Memperhatikan diagram di atas, apakah langkah terbaik yang bisa dijalankan Putih?

Jika anda merasa sulit menjawabnya, ingatlah tip Dvoretsky berikut ini, bahwa “konsekuensi dari langkah terbaik seringkali cukup sulit untuk dikalkulasi. Nah bila hal itu terjadi, anda tidak perlu lagi memikirkan untuk mencari langkah terbaik.”

Tetapi untuk memutuskan secara tepat kapan saat terbaik menerapkan metode eliminasi tersebut, anda dituntut memiliki pengertian atau pemahaman yang cukup terhadap bangunan yang ada, bahwa tidak ada pilihan yang lebih baik daripada langkah yang sederhana!

1.Bxc3!

Langkah sederhana pemukulan bidak ini mempertahankan keunggulan Putih. Setelah 1…Rg7 2.Bc8 [2.Rf3? Ba3] 2…Gd6 3.Rf3 [3.e5 Bd4] 3…Ba3+ 4. Rg4 Raja Hitam digiring ke posisi yang tidak menyenangkan. Lewat permainan akhir yang akurat Putih akhirnya memang memenangkan pertandingan itu.

Putih tidak perlu mengkalkulasi pemukulan bidak tersebut secara berbelit-belit atau terlalu lama. Anda hanya harus secara sederhana mengecek apakah Putih memiliki sesuatu atau cara penyelesaian yang lebih baik atau lebih kuat.

Selintasan langkah 1.Bc8 Rg7 2.h6+ Rxh6 3.Bxf8

pinter-gheorghiu2

Putih sepertinya berhasil merebut satu perwira. Tetapi mengapa Pinter tidak memainkannya? Sebab dia sudah melihat tangkisan hebat 3…Bc4!! Benteng tersebut tidak bisa dipukul karena jika itu dilakukan maka bidak Hitam di lajur-c yang tinggal dua langkah lagi naik promosi tidak bisa dicegah Putih.

Dari materi latihan tersebut kita bisa melatih kemampuan diri dalam melihat sumber-sumber pertahanan lawan yang nyaris mustahil tapi ternyata masih mungkin dan dapat saja terjadi.

Lanjutan lain yang juga cukup menggoda adalah pengorbanan bidak dengan tujuan menempatkan Gajah Hitam keluar arena pertempuran 1.h6?! Gxh6 2.Bc8+ Rg7 3.Rg3 (jika 3.Rf3 maka 3…g5!? 4.f5 g4+ 5.Rxg4 Gd2)

pinter-gheorghiu3

Sekarang (a) 3…g5? 4.f5; (b) 3…Rf6 4.Bc7; dan (c) 3…Ba1? 4.e5; semuanya buruk untuk Hitam, tapi ia masih sanggup memberikan perlawanan dengan (d) 3…Bb4 4.Bxc3 Bb8 dengan ide 5…Bf8; atau (e) 3…Bd4 4.Bxc3 atau (4…Bd1!? 5.Bc7+ Rf8 6.Bf7+ Rg8!=) 5.Bc7+ Rh8 6.Bc8+ Rg7 7.Ba8 Bd3+ dan 8…a3. Dibandingkan dengan langkah teks, Putih mempunyai peluang menang yang praktis lebih rendah di sini.

Soal Latihan No. 4

Tema: Metode Perbandingan

Timman – Kasparov

Hilversum, match (1), 1985

timman-kasparov1

Hitam giliran melangkah

Perhatikan diagram di atas. Silahkan anda menilai posisi siapa yang lebih unggul dan apa alasan atau pertimbangannya. Kemudian jika Hitam yang giliran melangkah, hitung variasi yang mungkin dengan segala percabangannya. Tulis seluruh perhitungan dan komentar anda. Jawabannya akan dibahas nomor depan. (INTISARI CATUR)

Satu Tanggapan to “Bagaimana Mengeliminir Variasi Langkah yang Tidak Perlu”

  1. japanes said

    bayak yang salah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: