Pecaturjogja’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Tercoret Nama Dari Sejarah

Posted by pecaturjogja pada Juni 19, 2009

Pecatur Frank Brady pernah mengaku “gelagapan” menghadapi daya ingat Bobby Fischer yang luar biasa. Pada 1963, Frank mengikuti Kejuaraan Catur Terbuka Negara Bagian Ney York. Fischer pun menjadi peserta kejuaraan itu. Frank menghadapi pertarungan pelik saat itu, dan langkahnya sempat diperhatikan Fischr. Selang beberapa bulan setelah pertandingan, ia bertemu lagi dengan Fischer. Frank terkejut: langkah-langkahnya masih melekat di ingatan Bobby Fischer.

Perkara daya ingat ini boleh jadi berkaitan erat dengan sikap hidup Fischer sendiri. Hanya ada satu kata untuk menggambarkan sosok dan sikap hidupnya: Bobby Fischer seorang monomaniak. Obsesinya cuma satu, yakni menjadi pecatur terbaik sepanjang masa. Ia mencurahkan seluruh hidup dan waktunya untuk catur, tidak ada ruang dan waktu untuk pacar ataupun teman biasa. Orang yang melingkupi pergaulannya pun sebatas pemain catur, seorang di antaranya Eugene Torre.

Pecatur Filipina itulah yang mendekatkan Bobby Fischer dengan Paolo Mercado dari radio Bomba. Dibandingkan dengan Anatoli Karpov pun, Bobby Fischer memiliki kelebihan yang langka. Para pecatur dunia umumnya dikelilingi oleh belasan, atau bahkan puluhan, pendamping yang juga pecatur, untuk membantu menganalisis langkah. Ketika melawan Boris Spassky, Fischer hanya dibantu tiga orang: dua menangani urusan administratifnya, dan seorang grand master (GM), Bill Lombardy, yang membantu menganalisis pertandingan.

Tetapi, menurut pengakuan Lombardy, ia lebih banyak nganggur. Pada sebagian besar pertandingan, Bobby Fischer sendirilah yang menganalisis langkah-langkahnya. Setelah terkena sanksi bakal ditahan, ironi kehidupan Fischer kian lengkap ketika Federasi Catur Amerika Serikat, USCF, berniat mencoret namanya dari sejarah catur negeri itu. Persoalannya tak lain adalah sikap keras Fischer terhadap Amerika dan Yahudi, serta pernyataannya tentang tragedi Word Trade Center, yang dianggap sangat menyakitkan orang Amerika.

Alasan pencoretan itu: bila nama Bobby Fischer tetap terpampang sebagai pesohor Amerika, hal itu tidak bagi generasi muda Amerika. Bagaimana mungkin seorang Bobby Fischer, yang memusuhi Amerika, menjadi idola anak-anak Amerika di kemudian hari? Kisah Bobby Fischer ini dapat disetarakan dengan nasib yang dialami Alexander Alekhine, pecatur Rusia era 1940-an. Namanya juga dicoret dari daftar dari daftar pecatur top Rusia karena sikapnya yang dipandang pro-Nazi dalam Perang Dunia II.

Tokoh dengan strategi bertahannya dalam catur, yang kemudian terkenal dengan “Pertahanan Alekhine” (“Alekhine Defense”), itu harus menerima kenyataan pahit. Nama strateginya kemudian berubah menjadi “Blank Defense“-“Pertahanan Kosong”. Demikian pula bukunya, yang semula berjudul Alekhine’s Best Games of Chess. Maka, bila nama Bobby Fischer dienyahkan dari dunia catur, bisa-bisa judul bukunya yang terkenal itu, Bobby Fischer Teaches Chess, diganti menjadi Blank-Blank Teaches Chess.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: