Pecaturjogja’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Bakat Alam Antar So Raih GM Termuda

Posted by pecaturjogja pada Juli 16, 2009

Oleh Pepih Nugraha

Dari mana asal negara grand master atau GM catur termuda di dunia saat ini? Jawaban umum tentu dari Rusia atau negara-negara pecahannya. Keliru. Bukan pula dari Norwegia yang punya “anak ajaib” Magnus Carlsen, atau dari China dan India. Ia justru berasal dari negara tetangga, Filipina!

GM wesley SoDialah Wesley Barbasa So, yang melengkapi norma GM terakhirnya saat meraih remis berharga melawan pecatur nomor satu Iran, GM Ehsam Ghaem Maghami, pada babak terakhir turnamen Pichay Open di Manila, Filipina, 7 Desember 2007. Pada turnamen internasional itu, So, kelahiran 9 Oktober 1993, menoreh sejarah sebagai pecatur ketujuh termuda di dunia.

“Masayang-masaya po ako. Magandang pamasko na ito sa akin,” kata So dalam bahasa Tagalog saat ia dipastikan meraih GM, yang artinya: Aku sangat berbahagia (dengan gelar GM), ini hadiah Natal yang indah buatku.

Hal yang mencengangkan, ia meraih gelar tertinggi dalam permainan olah-pikir itu saat berumur 14 tahun, 1 bulan, dan 28 hari. Memang dia tidak memecahkan rekor pecatur Ukraina, Sergey Karjakin, yang meraih GM pada usia 12 tahun. Akan tetapi, Filipina layak berbangga dengan prestasi para pecaturnya. Dua bulan sebelumnya, negeri di utara Provinsi Sulawesi Utara ini melahirkan GM lain, Darwin Laylo, pemuda berusia 27 tahun.

So tercatat sebagai pecatur ke-8 Filipina yang meraih GM setelah Eugene Torre, pecatur Filipina pertama yang meraih GM pada tahun 1974, disusul almarhum Rosendo Balinas (1976), Rogelio Antonio Jr (1998), Buenaventura “Bong” Villamayor (2000), Nelson Mariano (2004), Mark Paragua (2005), dan Darwin Laylo (2007).

Pecatur Filipina yang menjadi kolumnis dan analis, IM Rodolfo Tan Cardoso menggambarkan So sebagai “Bocah Renaisans Catur Filipina”. Sebagai sesama pecatur, Cardoso punya kesan mendalam saat So bermain catur di sebuah turnamen. Katanya, So punya naluri “membunuh” raja lawan.

“Ia tidak ragu mengorbankan menterinya, sebagai buah yang paling berharga, sekadar merebut ruang gerak yang masih jauh dari kalkulasi menuju kematian raja lawan,” tuturnya.

Tidak heran, saat berusia 9 tahun, So sudah menjuarai turnamen kelompok umur 14 tahun di negerinya. Pada usia 13 tahun ia juara nasional kelompok usia 20 tahun. Permainannya yang super-agresif dan liar memaksa lawan mana pun berpikir keras. Salah satu yang menjadi korbannya adalah pecatur Indonesia, GM Susanto Megaranto, yang dia kalahkan pada sebuah turnamen di Singapura akhir tahun 2006.

Tahun 2005 adalah terobosan bagi So. Saat itu, untuk pertama kalinya, FIDE, organisasi catur dunia, mengumumkan peringkat Elo-nya. Bulan Juli pada tahun yang sama, ia menjadi juara dunia kelompok usia 12 tahun. So jauh meninggalkan pecatur-pecatur lain yang lebih dulu meraih GM, seperti Parimarjan Negi dari India dan GMW Hou Yi Fan asal China.

Prestasi So pada tahun berikutnya malah lebih mengesankan. Dia membuat rekor sebagai pecatur termuda yang lolos kualifikasi mewakili negaranya pada Olimpiade Catur di Turin, Italia, saat berusia 12 tahun. Hasilnya pun mengesankan. Ia meraih master internasional sebelum merayakan ulang tahunnya yang ke-13. Akhir tahun 2006 So meraih norma GM pertamanya di Bad Wiessee, Jerman, dan menang atas pecatur kuat Rusia, GM Pruskin.

Tanpa pelatih

Tidak seperti umumnya GM lain yang lahir karena gemblengan pelatih khusus, anak Filipina ini hanya mengandalkan bakat alamnya, sama seperti pecatur Tanah Air, GM Cerdas Barus, yang sosoknya kini hilang bagai ditelan Bumi. So harus belajar di sekolah menengah dan tidak ada satu sponsor pun yang sudi membiayai turnamen-turnamen yang dia ikuti.

Ia hanya mengandalkan keuletannya bermain dan mendedikasikan waktunya empat jam sehari khusus belajar catur. Dia belajar sendiri. Karena tidak punya pelatih, ia “berguru” pada program komputer catur Fritz sebelum bertarung.

Jalan menuju GM tak mudah bagi So. Seharusnya ia bisa melengkapi norma GM-nya pada usia 13 tahun, tetapi kalah dari GM Belov pada babak terakhir sebuah turnamen di Manila. Ia juga gagal meraih setengah angka penting pada turnamen Zona 3.3 di Vietnam.

Dia menjuarai sejumlah turnamen di Iran, Singapura, dan Armenia. Namun, itu pun tidak cukup buat melengkapi gelarnya meski di Armenia ia berhasil mengalahkan pecatur harapan Inggris, David Howell.

Melejitnya So di kancah catur dunia mengulang masa keemasan catur Filipina saat mantan Presiden FIDE asal Filipina, Florencio Campomanes, merajai catur regional dan internasional dalam kurun waktu 1950-1970. Tahun 1978 Filipina menjadi sorotan dunia saat duel Anatoly Karpov versus Victor Korchnoi digelar di Baguio City.

Bahkan, 20 tahun sebelum China melahirkan para GM dengan subur, Filipina sudah punya pecatur legendaris GM Eugene Torre, yang tercatat sebagai GM Asia pertama! Saat itu Filipina juga punya pecatur kuat, GM Rosendro Balinas. Juara dunia catur Viswanathan Anand tidak menyangkal kalau ia belajar dari Torre dan Campomanes lewat program televisi saat Anand mengikuti ayahnya bertugas di Filipina.

Tentu yang paling bangga dengan prestasi So adalah orangtuanya, William (sang ayah) dan Eleanor So (sang ibu).

“Saya pernah mengajarinya catur saat ia berusia enam tahun,” ucap William yang pernah menjadi sopir bus sekolah. “Sekarang So maju pesat karena bermain catur dengan penuh dedikasi dan benar-benar mencintai permainan ini,” tambah William sebagaimana dikutip harian setempat, Star.

“Ini mimpi yang menjadi kenyataan buat Wesley,” kata Eleanor tentang anak kedua dari tiga anaknya. “Kami merasa senang karena doa kami dikabulkan. Kami sangat berterima kasih, kerja keras dan dedikasinya untuk catur berbuah penghargaan.”

Meski So sudah meraih gelar GM, sang Ibu tetap menghendaki anaknya menjalani kehidupan “normal” sebagaimana remaja seusianya. Selain itu, ia juga berharap ada pelatih lanjutan untuk lebih mengasah kemampuan So bermain catur.

Bagi So, menjadi juara dunia sebagaimana harapan setiap pecatur bisa jadi masih jauh. Namun, setidaknya modal dasar untuk menuju ke sana sudah di genggamannya.

Biodata

Nama: Wesley Barbasa So

Lahir: 9 Oktober 1993

Sekolah: St Francis of Assisi College System, Bacoor, Cavite, Filipina

Orangtua: William dan Eleanor So

Gelar FIDE: Grand Master

Usia Meraih Gelar: 14 Tahun, 1 Bulan, 28 Hari

Elo Rating: 2531

Prestasi

– Desember 2005, Masters Challengers International Open, Singapura, pemain terbaik
kelompok usia 12

– April 2006, Dubai Open Chess Championship, Sheikh Rashid Bin Hamadan Ak-
Maktoum Cup, Dubai, Uni Emirat Arab, meraih norma master internasional pertama

– Mei 2006, Olimpiade Catur Dunia ke-37 di Turin, Italia, sebagai peserta termuda

– Juni 2006, San Marino Open Internationale de Scacchi, San Marino Republic, pemain
terbaik di bawah usia 16, meraih norma master internasional ke-2.

Agustus 2006, IGB Dato Arthur Tan Malaysia Open Chess Championship, Kuala Lumpur, pemain terbaik usia di bawah 16, meraih meraih norma master internasional ke-3.

– Oktober 2006, dinobatkan FIDE sebagai master internasional

– November 2006, meraih norma GM pertama di Offene Internationale Bayerische
Schaha Meisterschaft, Bad Wiessee, Jerman

– Oktober 2007, meraih norma GM ke-2 di World Junior Chess Championship

– Desember 2007, meraih norma GM ke-3 di Pichay Cup International Chess
Tournament. Menjadi GM ke-7 termuda di dunia dan GM termuda sepanjang sejarah
catur Filipina.

Sumber http://youchess.blogspot.com / Kompas

Satu Tanggapan to “Bakat Alam Antar So Raih GM Termuda”

  1. jerzz said

    visit my blog
    http://jerzz.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: