Pecaturjogja’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Mungkin Menjadi Juara Renang

Posted by pecaturjogja pada Juli 18, 2009

PERHATIAN pun lalu tertuju kepada seorang kenalan Regina bernama Paul Nemenyi. Lelaki berdarah Hongaria ini datang ke Amerika pada 1930-an, dan berkenalan dengan Regina pada 1942. Ia seorang fisikawan yang mengajar matematika di Chicago. Ia ikut menggarap “Proyek Manhattan” yang mengembangkan bom nuklir pertama, pada 1942, di Los Alamos, New Mexico. Proyek ini dipimpin Robert Oppenheimer, yang belakangan dituduh sebagai komunis.

Setelah bertemu Regina, Nemenyi sangat memperhatikan kehidupan Bobby Fischer. Ia banyak mengeluhkan lingkungan tempat anak itu dibesarkan ibunya di Brooklyn. Ia pula yang menyokong langkah Fischer ke dunia catur. Semua itu menguatkan kemungkinan bahwa Nemenyilah ayah kandung Bobby Fischer. Apalagi, Peter Nemenyi-anak kandung Paul Nemenyi yang diakui-menguatkan pendapat itu. Ia yakin, Bobby Fischer benar-benar saudara tirinya. Sebab Peter pernah menerima surat dari Regina yang mengindikasikan hal itu pada 1952, setelah Paul Nemenyi wafat.

Bobby Fischer yang ketika itu berusia sembilan tahun, jatuh sakit, terserang panas tinggi dan radang tenggorokan. Regina sendiri sedang terbelit kemiskinan. Dalam surat itu Regina menulis, “Aku tidak yakin Paul tega meninggalkan Fischer dalam keadaan seperti ini. Aku ingin tahu, apakah Paul meninggalkan sesuatu untuk Fischer”. Surat inilah, kemudian, yang dipegang Peter Nemenyi untuk membuktikan tali kekerabatannya dengan Bobby Fischer.

Terlahir dengan nama Robert James Fischer pada 9 Maret 1943 di Chicago,Illinois, pecatur legendaris ini dibesarkan ibunya saja. Sebab, perempuan ini memang bercerai dari suaminya. Pada 1946, sang ibu memboyong Bobby Fischer dan kakak perempuannya, Joan, ke Brooklyn. Fischer mulai berkenalan dengan papan catur pada usia enam tahun. Di usia 12 tahun, ia masuk menjadi anggota Manhattan Chess Club, tempat berkumpul pecatur terbaik Amerika.

Di klub ini, hampir tak ada yang dapat mengalahkannya. Di masa kecil ini sudah terlihat jelas sikapnya: hanya ada satu dunia, yakni catur. Sehari-hari ia menghabiskan waktu di depan papan catur, ditunjang oleh tingkat kecerdasannya yang dikategorikan superjenius dan daya ingatnya yang luar biasa. Di usia semuda itu pula, hasratnya sangat besar untuk tampil sebagai pemenang. Seorang bekas gurunya pernah menggambarkan sikap bersaingnya yang luar biasa.

Bocah itu, katanya, selalu merasa harus menang dalam berbagai hal yang ia mainkan. Malah, menurut sang guru, kalau dibesarkan di kolam renang, ia kemungkinan besar menjadi juara renang. Jadi tidak mengherankan, pada usia 15 tahun ia menyabet gelar GM. Hingga kini, nama Bobby Fischer masih tercatat sebagai GM termuda dalam sejarah catur dunia. Di Amerika pun, ia tercatat sebagai juara termuda, setelah pada 1957 meraih juara US Junior Championship dan US Senior Championship secara berturut-turut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: