Pecaturjogja’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Bukan Murid Pandai

Posted by pecaturjogja pada Agustus 7, 2009

Pada usia 13 tahun, Bobby Fischer berhasil mengalahkan master internasional (MI) Donald Byrne. Pertarungan melawan Byrne itu kerap disebut “petarungan abad ini”, karena langkah kemenangan Fischer sangat menakjubkan untuk anak seusia itu. Di Amerika belum ada yang menyamai rekornya: delapan kali menjadi pemenang US Championship. Tragisnya, Fischer bukan termasuk murid pandai di sekolahnya. Bahkan, pada 1959 ia dikeluarkan dari Erasmus Hall High School, Brooklyn.😮

Kalangan catur menilai, kekurangannya di sekolah itu bukan berarti ia murid bodoh. Mereka yakin, “kebodohan” itu hanyalah akibat kecerdasannya yang jauh di atas rata-rata, yang kerap membuat Bobby Fischer bosan, atau tak peduli, pada pelajaran sekolah. Ketika itu, ia masih tinggal bersama ibu dan kakak perempuannya di kawasan Brooklyn. Regina, ibunya, kala itu berperan sebagai orang tua tunggal. Gaya hidup perempuan keturunan Yahudi sekuler ini sungguh berlawanan dengan Fischer.😮

bobby_fischer_07Tidak ada catur dalam kamus sang ibu. Hanya gaya Bohemian dengan aliran politik kiri dan gerakan sosial yang menarik hatinya. Inilah yang kerap membuat hubungan Bobby Fischer dengan ibunya sangat renggang. Itu pula pasalnya, begitu namanya mulai melesat sebagai pemain catur, Fischer memutuskan hidup berpisah dari sang ibu. Genap tiga tahun setelah keluar dari sekolah, pada 1962, ia mulai hidup sendiri, tinggal di apartemen keluarga. Ibu dan kakak perempuannya boyongan ke tempat lain.

Sejak saat itulah ia dapat berkonsentrasi penuh pada catur. Tercatat, 14 jam sehari ia berlatih atau membaca buku dan majalah catur. Kala itu, ia mengoleksi tak kurang dari 200 judul buku dan ratusan majalah catur asing yang terserak-serak di lantai apartemennya. Malah, di sisi tiga ranjangnya ada papan catur yang buah-buahnya masih bertahan dalam posisi tertentu. Juga tiga papan tulis yang tergantung yang tergantung di dekat meja caturnya. Unik, memang, Bobby Fischer memiliki tiga ranjang dan selalu tidur berpindah-pindah, mengikuti langkah buah catur yang ia mainkan.🙂

Pada 1962, dalam Candidates Matches di Curacao, Karibia, Bobby Fischer dikalahkan pecatur Uni Soviet berdarah Armenia, Tigran Petrosian. Ia merasa terpukul. Langkahnya untuk segera maju ke kejuaraan dunia kandas. Sebab, pertarungan di Curacao itu merupakan penentuan masuk-tidaknya namanya dalam daftar kandidat peserta kejuaraan dunia. Sejak saat itu, ia menarik diri dari berbagai turnamen internasional selama beberapa tahun. Ia hanya bermain di Amerika Serikat.

Di kemudian hari, pada 1971, namanya masuk sebagai kandidat, sampai akhirnya ia merebut gelar juara dunia pada 1972 dengan mengalahkan Boris Spassky. Dalam kurun masa absen dari turnamen internasional, kehidupan Bobby Fischer pernah berubah total. Ia sempat jatuh miskin, bahkan tak mampu lagi sekedar membayar tagihan telepon. Ia tinggal berpindah-pindah, menumpang sana-sini, dari satu apartemen ke apartemen lain kawannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: