Pecaturjogja’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Berita Kejurnas Catur Palangkaraya 2009

Posted by pecaturjogja pada November 19, 2009

PAIRING PERTANDINGAN :
Kelompok Senior Putra : Rd 1   Rd 2  Rd 3  Rd 4  Rd 5  Rd 6  Rd 7  Rd 8  Rd 9  Rd 10  Rd 11  Rd 12  Rd 13

Kelompok Senior Putri : Rd 1  Rd 2  Rd 3  Rd 4  Rd 5  Rd 6  Rd 7  Rd 8  Rd 9  Rd 10  Rd 11   

Jawa Barat tampil sebagai runner up pada Kejuaraan Nasional Catur ke-40 di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang berakhir Senin (23/11). Pada hari terakhir, Jabar merebut emas keduanya setelah GM Susanto Megaranto menjuarai kelompok senior putra.

Dengan tambahan emas tersebut, Jabar mengantongi total dua emas, enam perak, enam perunggu. Jabar menggeser posisi Kalimantan Timur dan Jawa Timur yang melorot ke posisi ketiga dan keempat dengan perbedaan medali perak. Sementara, juara umum diraih DKI Jakarta yang menyabet delapan emas, dua perak, dan tiga perunggu.

Susanto, yang menjadi harapan terakhir Jabar, tampil sabar dan tenang pada partai terakhir menghadapi pecatur MI Tirta Chandara Purnama dari Jakarta. Dengan hasil itu, Susanto mengumpulkan nilai 10,5 VP. Total nilainya sama dengan pecatur kaltim MI Nasib Ginting dan pecatur Sulawesi Selatan, Budiman HS. Namun, pecatur asal Indramayu itu solkoff atas kedua pesaingnya itu yang merebut perak dan perunggu.

Dua pecatur Jabar lainnya, MN Ricky Rismanto dan MF ANjas Novita juga masuk dalam jajaran sepuluh besar. Risky menempati peringkat keempat dengan 10 VP, sementara Anjas berada di posisi kelima/keeenam dengan 9,5 VP.

Saat melawan Tirta, Susanto yang memegang buah hitam, Susanto mengawali langkahnya dengan pembukaan Hindia Nimzo. Ia menampilkan permainan agresif dan akhirnya Tirta menyerah pada langkah ke-34, sekaligus memastikan langkah juara.

“Kebetulan kami sudah sering ketemu sehingga sudah saling mengenal. Kunci kemenangan saya tampil sabar. Apalagi, saya memang harus menang pada laga terakhir. Mau tidak mau saya harus tampil agresif untuk menguasai posisi. Hasilnya bagus saya bsia menang,” ungkap Susanto.

Perjuangan Susanto sebenarnya sangat berat, karena dua pesaing lainnya Nasib Ginting dan MF MN Budiman telah menyelesaikan pertandingan dan menang atas lawan-lawannya. Nasib hanya butuh waktu kurang dari satu jam mengalahkan MN Binsar Marbun dari Sumatera Utara. Sementara, Budiman mengalahkan pecatur Jabar lainnya, Anjas Novita. Hal itu tentunya menjadi tekanan berat bagi Susanto yang harus menang. “Saya harus tetap tenang dan memang sudah terbiasa dengan tekanan seperti itu. Pokoknya saya tidak melihat hasil pertandingan orang lain. Saya hanya fokus untuk bisa menang,” kata Susanto. ( PR )

GMW Irene Kharisma Sukandar menyelamatkan Jawa Barat dengan meraih medali emas kelompok senior putri pada Kejuaraan Nasional Catur ke-40, di Gedung Tambun Bungai, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu (22/11).

Pecatur Kota Bekasi itu memastikan gelar setelah mengalahkan Ina Titik Aswandari dari Jatim pada babak kesebelas. Dengan hasil tersebut Irene mengumpulkan 9,5 VP. Sementara, perak diraih pecatur Riau, Baiq Vina Lestari (8,5 VP), dan perunggu oleh pecatur Bali, Kadek Iin Dwijayanti (8 VP).

Dengan hasil itu, Jabar kini mengumpulkan 1 emas, 6 perak, 6 perunggu. Jabar masih berpeluang merebut emas dari kelompok senior putra yang baru akan berakhir Senin ini. Posisi Jabar masih berada di bawah Jawa Timur dan Kalimantan Timur. Sementara, DKI Jakarta sudah memastikan diri sebagai juara umum.

Pada babak terakhir, Irene sebenarnya tinggal membutuhkan hasil remis untuk menjadi juara. Kalau pun kalah, ia sebenarnya masih unggul ‘solkoff’ dari Baiq. Namun, Irene tetap menampilkan permainan terbaiknya. Tampil di papan satu dan memegang buah putih, pecatur putri terbaik Indonesia itu melakukan pembukaan Prancis. Bangunan Irene mampu mendesak pertahanan lawannya yang kemudian menyerah pada langkah ke-29, sekaligus memastikan emas pertama bagi Jabar pada kejurnas tahun ini.

“Kunci keberhasilan saya kali ini karena semua perwira dan pion bisa jalan. Sementara, lawan saya beberapa bidaknya tidak bisa bergerak karena harus menjaga bidak lainnya. Akibatnya, saya bisa menguasai semua posisi dan akhirnya menang,” ungkap Irene.

Kabid Binpres Percasi Jabar, Herry Bowo Purnomo, mengatakan, emas Irene merupakan angin segar bagi Jabar. Pihaknya kini berharap emas tersebut bukan menjadi yang terakhir karena masih berharap pada senior putra. “Saat ini pada senior putra tiga pecatur Jabar memimpin di atas. Mudah-mudahan besok (Senin) Jabar bisa menambah emas sehingga bisa menyodok ke posisi kedua. Kendati kehilangan gelar di junior, nasmun setidaknya Jabar bisa menguasai nomor bergengsi di kelompok senior,” ungkap Herry.

Sementara itu, pada kelompok senior putra GM Susanto Megaranto sejauh ini masih memimpin kendati ditahan remis oleh Nasib Ginting dari Kaltim pada babak ke-12. Keduanya kini sama-sama telah mengumpulkan nilai 10 VP. Penentuan juara akan terjadi pada laga terakhir Senin ini. Namun, jika melihat ‘solkoff’, pecatur Indramayu itu masih lebih unggul dari lawannya.

Pecatur Jabar lainnya, MN Deni Sonjaya dan MF Anjas Novita saling bertemu pada babak ke-12. Pada pertandingan itu, Anjas berhasil mengungguli Deni. Anjas kini terpaut satu angka dari Susanto yang mengalahkannya pada babak kesebelas. Sementara, Deni tetap mengumpulkan 8,5 VP, setelah sebelumnya menang atas Pitra Andika (Sumut). ( PR )  

Dream Girls Indonesia Dominasi Kejurnas

Di KU20 putri, MFW Dewi AA Citra (Kaltim) yang masih berusia 15 tahun keluar sebagai juara dengan 8,5 angka meninggalkan saingannya sampai dua angka, yaitu Ajeng Nuraida (Jabar) 6,5 dan Regisa Hausa (Jabar) 6 angka.

Di KU18 putri, Chelsie Monica Sihite (Kaltim) yang masih berusia 14 tahun juga juara dengan 8,5 di atas Nita Nurmala (Banten) dan Bulan Indah Firmanty (Jabar) 7 angka.

Di KU16, MFW Medina Warda Aulia (DKI) yang masih berusia 12 tahun juara dengan 8 angka di atas Yuliana Santosa (Kaltim) 7 angka.

Para juara lainnya adalah KU 14 putri Virda Rizka Aulia (DKI); KU12 putri Anastasia Patriks (DKI), KU10 putri Nyimas Sonya Nafa (DKI), KU8 putri Vannesa Elaine (DKI). Juara KU20 putra MN Kaisar Jenius Hakiki (DKI), KU18 putra Galang Rambu Anarki (), KU16 Masruri Rahman (DKI), KU14 Erly Candra Kurniawan (), KU12 Sean Winshand Cuhendi (DKI), KU10 Ikhsan Siregar, KU8 putra Tromphin Sitorus. ( POTRET CATUR BLOGSPOT )

Jawa timur kemarin menambah 1 medali perunggu dari kelompok Yunior A yang berlangsung 11 babak atas nama Agus Sugiyanto asal Lamongan . Pagi ini Senior pa/pi memainkan babak 13 yang merupakan babak terakhir. Peluang menembus kelompok elit 10 besar ada pada MN Iqro Musa Putra dan MN Samu Prasetyo yang sama-sama nilai 8,5 , namun sayang keduanya harus bertemu dipartai terakhir ini. “Saya berharap keduanya Fight ( tempur cari pemenang ) karena jika remis bisa berakibat sama-sama keluar dari 10 besar” ujar MN Soerdamadji, offcial tim catur Jatim. ( PION JATIM BLOGSPOT )

Tim Catur DKI Pastikan Juara Umum

Tim catur Jawa Barat dipastikan gagal mempertahankan gelar juara umum pada Kejuaraan Nasional Catur ke-40, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Bahkan, secara tragis Jabar tidak meraih satu emas pun pada kelompok junior B sampai G yang berakhir Sabtu (21/11).

DKI Jakarta sudah dipastikan merebut juara umum. Para pecatur mereka sangat dominan dengan menyabet delapan dari 16 emas yang diperebutkan. Sementara, Jabar hanya kebagian lima perak dan enam perunggu. Lima emas lainnya direbut Kaltim dan Jatim masing-masing dua emas dan Lampung satu emas.

Jabar sebetulnya masih berpeluang menyabet minimal empat emas pada hari terakhir. Pada C putra, pecatur Jabar Muhamad Satibi harus puas meraih perak. Kendati pecatur Bogor itu mengalahkan rekan sedaerahnya Ishak Filius pada babak terakhir, namun gelar juara direbut pecatur DKI Jakarta, Masruri Rahman. Kedua pecatur sebenarnya memiliki nilai sama 7,5 VP, namun Satibi kalah dalam perhitungan solkoff. ( PR

Jatim rebut 2 emas sesuai target. Setelah bbk 9 (terakhir ) baru saja selesai JATIM memastikan merebut 2 emas karena nilainya tak terkejar oleh pesaingnya, yaitu atas nama GALANG RAMBU ANARKI ( YUNIOR B ) asal Surabaya dan ERLY CANDRA ( YUNIOR D ) asal Pamekasan , mereka berhak pula atas gelar MASTER PERCASI (MP) , Selain itu Jatim masih bisa menambah pundi2 medali ( perak perunggu ) dari kelompok yunior lainnya. ( PION JATIM BLOGSPOT )

Babak 5 : Irene Tumbang

Grand Master Wanita Irene K. Sukandar secara mengejutkan tumbang pada babak kelima Kejuaraan Nasional Catur ke-40, di Gedung Tambun Bungai, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (19/11). Sementara, GM Susanto Megaranto juga dua kali ditahan remis lawan-lawannya.

Irene, yang tampil di meja utama, harus mengakui keunggulan pecatur Riau, Baiq Vina Lestari pada babak kelima. Pertarungan kedua pecatur berlangsung ketat dan Irene yang memegang buah putih terus berusaha menekan lawannya. Namun, Baiq bisa menahan dan justru berbalik unggul.

“Melihat langkah seharusnya pertandingan berakhir remis. Namun, Irene sepertinya memaksa untuk menang. Irene tidak mengira lawan melangkahkan gajah ke h4 sehingga ia kalah kualitas tertekan dan akhirnya menyerah,” ungkap pelatih Jabar, MN. Dahlan Effendi menganalis partai tersebut.

Walaupun kehilangan satu angka, Irene masih tetap memimpin dengan 5 VP. Pada babak keenam, pecatur Kota Bekasi itu kembali meraih angka penuh dengan mengalahkan pecatur Banten, Yulianti Tjindarbuni. Dengan sisa lima babak, peluang Irene sangat besar meraih juara.

Susanto hanya meraih satu angka dari dua penampilannya kemarin. Pada babak kelima, ia bermain remis melawan pecatur DKI, Syarif Mahmud. Keduanya sepakat remis pad alangkah ke-21. Pada babak keenam, pecatur asal Indramayu itu kembali gagal meraih poin penuh setelah ditahan pecatur Kaltim, MF. Nurdin Askali. Dengan hasil itu, Susanto baru mengantongi nilai 4,5 setelah tiga kali bermain remis. ( PR )

Babak 4 :

Pecatur putri andalan Jabar, GMW Irene Kharisma Sukandar, menghadapi perlawanan sengit sekitar 3,5 jam dari pecatur Bali, MN Kadek Iin Dwijayanti pada babak keempat. Memegang buah hitam, Irene membuka langkah dengan pembukaan kuda empat. Iin sempat menekan, namun berkat pengalamannya Irene bisa unggul beberapa saat menjelang waktu habis.

“Kami memang sering ketemu dan sudah mengenal permainan masing-masing. Saya juga seharusnya mengubah langkah pembukaan. Pertandingan memang ketat, namun saya berusaha sabar dan akhirnya bisa menang,” ungkap Irene.

Sebelumnya, Irene berhasil mengempaskan pecatur Sulung Wahyuningsih dari Jawa Tengah pada babak ketiga. Dengan hasil tersebut, pecatur putri terbaik Indonesia itu masih memimpin dengan nilai sempurna, 4 VP. ( PR )

Pecatur putra andalan Jawa Barat, GM Susanto Megaranto ditahan remis pecatur Kalimantan Barat Efan Efendi pada babak ketiga, kejurnas catur ke-40, di Gedung Tambun Bungai, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (18/11).

Pecatur asal Indramayu yang tampil di meja utama itu kini melorot ke papan tengan dengan raihan 2,5 VP. Beruntung para pecatur senior putra lainnya yaitu MN Deni Sonjaya, MN Aris Tumpak Sumirat berhasil menang untuk memimpin 3 VP.

Pada kelompok putri, GMW Irene K. Sukendar masih memimpin dengan 3 VP. Pada babak ketiga, pecatur asal Kota Bekasi itu mengalahkan Sulung wahyuningsih dari Jateng. Pada babak keempat sore ini, Irene akan menghadapi pecatur Bali MN Kadek Iin Dwijayanti.

Pada kelompok junior putra A, Farid Firmansyah menang atas pecatur Bali, Gede Sinarbawa. Sementara pada putri, MN Regisa Hauna berhasil menahan remis unggulan asal Kaltim, Dewi A. Citra. Keduanya berpeluang merebut emas karena tinggal menyisakan dua partai lagi. ( PR )

PALANGKARAYA, MINGGU: Kejuaraan Nasional (Kejurnas) catur ke-40 tahun 2009 akan berlangsung di kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), 16 hingga 24 November 2009.

Menurut keterangan panitia Kejurnas, di Palangkaraya, Minggu (15/11) petang, kejuaraan tersebut sudah dinyatakan diikuti hampir seluruh provinsi di tanah air.

Peserta akan bertarung di kejuaraan katagori catur klasik, catur cepat, dan catur kilat.

Untuk katagori catur klasik yang dipertandingkan kelas senior putra, senior putri, junior a, junor b junior b, junior d, junior e, junior f dan junior g. Selain itu dinomor klasik ini juga dipertadingan kelas veteran usia 55 tahun ke atas.

Lokasi pertandingan kejurnas ini berlangsung di gedung pertemuan Tambun Bungai dan gedung KONI Kalteng, jalan Wahidin Sudirohusodo Palangkaraya.

Menurut panitia, peraturan permaianan yang dipergunakan dalam kejurnas kali ini adalah peraturan FIDE terbaru disesuaikan dengan peraturan Percasi.

Kontrol waktu menggunakan jam catur digital dengan kontrol waktu 90 menit sampai dengan selesai dengan disertai tambahan waktu 30 detik setiap langkah dimulai sejak langkah pertama.

Sistem pertandingan untuk senior putra sistem swiss 13 babak, senior putri sistem swiss 11 babak, junior a putra dan putri sistem swiss 11 babak, junior B-G putra dan putri, veteran, serta catur cepat dan kilat sistem swiss sembilan babak.
Selain kejurnas juga digelar Rakernas percasi ke-32 tahun 2009 mengambil tempat di aula KONI kalteng, kemudian pelatihan dan wasit catur nasional mengembail tempat di aula KONI Kalteng.

Ketua umum KONI Kalteng, Drs M Rinco Norkim seperti yang tertulis di buku panduan menyatakan bangga atas penyelanggaraan kejurnas di kota Palangkaraya Kalteng.

Menurutnya, bagi Koni Kalteng kejurnas catur sangat penting dan strategis mengingat olahraga catur sebagai salah satu cabang olahraga yang diharapkan mampu mencetak atlet Kalteng, dan nantinya menjadi duta Kalteng pada PON XVIII/2012 di Riau.

Sumber : ANTARA

Jakarta, Tim Catur DKI Jakarta kembali membidik target juara umum di kategori yunior pada Kejuaraan nasional Catur 2009 yang berlangsung di palangkaraya, Kalimantan Tengah, tanggal 16 hingga 23 November mendatang.

Ketua Harian Pengda Percasi DKI Jakarta Hendry Jamals kepada RRI mengatakan, di arena Kejurnas Catur 2009 DKI Jakarta akan menurunkan 36 pecatur, yakni 16 pecatur senior putra-putri dan 20 pecatur yunior putra-putri. Menurut Hendry jamals, dengan materi pecatur terbaik di kategori yunior, DKI Jakarta kembali membidik target raihan juara umum.

Untuk kategori yunior, pecatur yang diandalkan merupakan juara Kejurnas tahun lalu, seperti Media Warda Aulia, Anastasia Patrick dan Felicia Trenseno di bagian putri serta pecatur putra Mashuri Rahman dan Rezon Yanuar.

Sedangkan untuk kategori senior, khususnya perorangan, peluang DKI Jakarta meraih gelar juara sangat berat, khususnya menggeser kekuatan Jawa Barat yang diperkuat GM Susanto Megaranto dan GMW Irene Kharisma Sukandar.

(Adi Wiyono/HF)/pro3rri

5 Tanggapan to “Berita Kejurnas Catur Palangkaraya 2009”

  1. tony (percakeb) said

    semoga catur di indonesia semakin maju ………!!!!!semoga mnambah daftar GM GM yang akan datang…..karena indonesia masih sedikit banget yg menjadi GM..(grand master).semangat indonesia……..go jatim….go………

    • pecaturjogja said

      setuju bung tony..kita tinggal punya 5 GM putra dan 1 GM putri..mudah-mudahan sebelum kiamat 2012 kita punya GM jadi 9 tiap tahun nambah 1 GM😀😀

      • tony (percakeb) sby said

        amien……3x
        ya saya sih ngak ngmongin kiamat yg saya omongin adlah catur…..saya berharap semoga pacatur2 di indonesia lbh meningkatkan kemapuan daya mainya agar lbh hebat dan hebat lg….
        (gen una sumus)

  2. Ropihudin said

    Slmat kpd susanto dan irene kharisma yg mnjdi pemenang kejurnas catur 2009..salam catur from ropi natuna

  3. ijan said

    i like chess… smangat terus buat adikku tercinta..
    Linarti paputungan. kk dukung semangatmu. jangan lupa kalau kk udah pulang, kk mau tanding lagi dengan
    kamu. kk mau uji seberapa hebat kamu setelah ikut kejurnas….
    hehehe😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: